MASA LALU

Aku menatap mata coklat di hadapanku.

“Kamu benar mau berteman denganku Ik? Aku ini bekas gigolo! Kamu tidak takut dengan image mu yang akan tercoreng dengan menjadi temanku? Apa kata teman-temanmu nantinya? Orang mengenalmu sebagai orang baik, rohani, dsb”

“Kenapa kau memikirkan kata orang dan bukan kataku?” tanyaku

“Bukannya kata orang sangat berpengaruh dalam hidup manusia?”

“Mungkin itu bagi banyak orang, tapi tidak bagiku” jawabku

Mata coklat itu masih menatapku tidak percaya, memberikan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa kujawab dan juga tidak bisa dijawabnya.

***

Masa lalu. Potongan percakapanku dengan satu ‘teman’ ini begitu membekas di benakku. Berputar-putar meminta penjelasan, meminta ribuan kalimat yang bisa menerangkannya.

Padahal bagiku tidak ada yang perlu dijelaskan atau bahkan diterangkan

Setiap orang mempunyai cerita yang berbeda, unik, dan tidak bisa dijelaskan satu sama lain kaitannya, karena itu misteri. Itu yang kuyakini sampai hari ini.

Di perjalanan hidup yang kulalui sampai hari ini, aku mungkin telah berjumpa dengan ratusan orang. Pendeta hebat dan terkenal, Penginjil “alam roh”, Politisi, Anggota DPR & DPRD, Pengusaha, Orang-orang kaya, socialita, hingga gay, gigolo, banci, pelacur, penjahat di penjara, sampai anak-anak jalanan.

Sampai hari ini aku selalu terkesima jika menjumpai orang – orang baru lagi, …  bukan! Bukan tentang seberapa hebatnya  atau mungkin seberapa rendahnya mereka di mata dunia. Tetapi betapa luar biasanya Tuhan ‘menenun’ kisah mereka satu persatu, untuk satu tujuan nantinya.

Seperti  orang yang menggunakan alat “tenun’ yang kemarin kujumpai di perjalanan, aku rasa itu ‘mirip’ dengan kisah ‘tenunan’ Tuhan pada diri setiap orang.

Ada kalanya tersisip benang dengan cerah… yang akan memberikan corak menawan pada selembar kain itu nantinya, tetapi ada kalanya benang dengan warna gelap dan kusam .. yang juga akan memberikan corak indah meski dengan warna yang berbeda…

Benang demi benang yang telah ‘ditenun’… mungkin seperti itulah masa lalu. Tak ada cerita yang sama, tak ada kisah yang ‘persis’,..

***

“Aku ini hanya………………… itu masa laluku Ik, bagaimana kamu bisa menerima itu” kata banyak teman kepadaku setiap kali aku mengulurkan tanganku untuk bersahabat dengan mereka

“Apa masalahnya?” selalu itu jawabanku

“Aku begini begitu…., ini itu…” selalu itu yang menjadi jawaban banyak orang

Tahukah kamu, aku juga manusia, mempunyai milyaran cerita di tiap lembar benang-benang hidupku,itu pikirku

Dan, pertanyaan – pertanyaan itulah yang justru pada akhirnya malah menjadi jalan terbuka untuk sebuah cerita, ceritaku, cerita banyak orang, tentang “kisah Indah yang tak pernah usang”

Tentang seseorang yang menerima masa lalu seorang pelacur. Seseorang yang menerima orang remuk hati. Seseorang yang menerima seorang penjahat. Seseorang yang menerima orang sakit. Seseorang yang menerima orang yang terluka, terbuang, diasingkan. Seseorang yang… “entah mengapa” selalu mempunyai alasan untuk menerima setiap orang. Seseorang yang tangannya selalu terbuka memeluk setiap orang.

Seseorang yang kisahnya menghiasi lembaran benang-benang hidupku.

***

“Kenapa kau tak pernah menghubungiku?” tanyaku pada seorang teman ‘banci’ yang menelponku beberapa hari lalu

“Aku pikir kamu pasti muak melihatku Ik, kamu pasti membenciku, kamu pasti….?” Jawabnya

“Siapa yang bilang begitu?” tanyaku lagi

“Iyalah… “

“Kenapa kamu berpikir bahwa hal itu yang kupikirkan tentangmu? Padahal aku sama sekali tidak berpikir apapun tentangmu?” jawabku

“Aku begini …  dan cerita tentang Yesus itu… aku ingin kamu bercerita lagi tentangNya, Ik. Bisakah DIA menerima masa laluku nantinya??“

“Yah, itu pasti! Dan… entah untuk ke sekian kalinya, aku akan bercerita padamu…”

“Tapi, …” sanggahnya lagi

“Dengarkan aku kawan… aku tidak pernah peduli dengan masa lalumu… karena aku tidak pernah hidup di masa lalumu. Aku ada di hidupmu hari ini, dan masa depan… cukup kan??”

Masa lalu. Menjadi semacam “lobang hitam”, seolah menjadi hantu… , menjadi mimpi buruk. Akupun dulu begitu.

Yahhh.. tanpa disadari, akupun sebenarnya dulu memikili banyak catatan, namun semuanya sudah usai.

Usai saat aku menerima pengampunanNya. Usai saat aku menerima kasih terbesar. Usai saat aku menerima karya terhebat. Usai saat aku menerima Dia, Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juru Selamatku.

Dan saat hidup terus berlanjut, sepotong demi sepotong masa lalu para sahabat baruku mendekati, aku tahu…

Karya terindah itu masih dan akan terus bekerja. Bukan hanya bagiku, tapi bagi lebih banyak orang lagi yang akan datang pada SESEORANG itu…, KRISTUS!

Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” (Kisah Para Rasul 2:39)

***

I’

28 Mei ’12

Note: Untuk seorang sahabat yang luar biasa hebat…

Iklan

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s