Si Sulung itu HIDUP!

Aku mendengar suara itu lagi… berbicara keras di kepalaku.

Kau tidak layak bahagia! Janji itu milik orang lain dan bukan milikmu! Kamu selamanya akan seperti ini! Apa yang kau banggakan? Dimanakah kegembiraan? Dimanakah sukacita hidup dalam Tuhan?

Argggh! Berbicara lagi!

————————————————————————————————————————–

Aku berjalan menyusuri lorong toko buku di kotaku, mendekatkan diri pada kumpulan buku baru sembari membolak-baliknya, entah kenapa aku mendadak bosan dengan cerita-ceritanya, dengan berjuta teori di dalamnya.

Aku tahu! Aku tahu! Aku tahu!

Aku membutuhkan ceritaku sendiri!

Arrrrgggh! Dimana Dia berada kini?

————————————————————————————————————————–

Aku mengendarai motorku dengan kecepatan sedang (menurutku), pikiranku melayang jauh…melebihi kecepatanku di jalanan

Ada yang salah, ada yang salah… ada yang sesuatu yang tidak semestinya terjadi!

Arrrrgggghhh!!! Bantu aku menemukan jawabannya!!!

————————————————————————————————————————–

Aku menyapa seseorang yang duduk di bawah dan serius membaca

“Hai… suka membaca buku psikologi??…”

“Eh iya…”

Menatap matanya, memberikan senyuman, memberikan jabatan tangan,…

Ada sesuatu yang kembali. Kecil, redup, tapi hidup!

Arrrrrrrrrgggggh, aku berharap itu Dia!!!

————————————————————————————————————————–

Si Sulung aku!

Hidup di tengah keramaian. Ada di tengah dekapan kasih Bapa, namun terasa begitu jauhnya. Lambat namun pasti hatiku membeku, tawar, dan redup. Janji yang dulu kuyakini menjadi milikku entah mengapa jadi terasa merenggang di genggamanku.

Tidak seharusnya. Tidak semestinya.

Aku tahu itu. Tapi belum kutemukan jawabannya

Dan, di tengah kesunyian dan meredupnya hari-hariku, aku takut… TERHILANG

————————————————————————————————————————–

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia (Yohanes 1:4)

Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. (Yohanes 5:39)

Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. (1 Korintus 10:1-5)

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. (Yesaya 60 :1-2)

Maka orang akan takut kepada nama TUHAN di tempat matahari terbenam dan kepada kemuliaan-Nya di tempat matahari terbit, sebab Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas TUHAN.Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya, demikianlah firman TUHAN.  Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN. (Yesaya 59:19-21)

Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. (2 Korintus 3:6)

————————————————————————————————————————–

Aku ada di dalammu! Berbicara! Menuntun! Tidak meninggalkanmu sendirian! Bukan kuat dan gagahmu, tapi oleh RohKu!

Aku mendengarNya lagi berbicara …

Dia berbicara…

Dan aku tahu,

Aku Hidup!

Si Sulung itu HIDUP!!

————————————————————————————————————————–

“Bolehkah kita bertemu kapan-kapan untuk berbagi cerita tentang hidupmu dan hidupku???”  tanyaku sambil mengulurkan tangan perpisahan

“Tentu saja…” jawabnya

Sesuatu itu,… kembali hidup

Dan, si sulung itu HIDUP!!

————————————————————————————————————————–

I’

4 Juni’ 12

Iklan

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s