Di Atas Awan

Di ketinggian 36 ribu kaki. Awan itu putih sekali. Seperti gumpalan-gumpalan kapas tipis, tebal, tersebar merata. Begitu sunyi, dan hening, dan aku membisu

Apakah hidup? Apakah kehidupan?

Ketika kesunyian yang amat sangat itu memenuhi jendela di sebelahku, pertanyaan demi pertanyaan kembali memenuhi benakku.

Apakah manusia? Siapakah manusia? Seberapa besarnya Engkau?

Dan akhirnya, siapakah aku… sehingga Engkau menganggapku berharga? Sehingga Engkau begitu memperhatikanku? Sehingga Engkau begitu mempedulikanku?

…………………………………………………………………………

Dan aku hanya bisa kembali terdiam, membisu…

Aku, sungguh berharga di mataMu! Itu kata-MU…

By, I
12 Juli ’12

Iklan

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s