P E L A NG I

“Itulah hidup! Ada banyak cerita di hidup manusia. Dan setiap orang memiliki ceritanya masing-masing… tak bisa dibandingkan antara satu dan yang lain, dan bagiku itu seperti pelangi yang menghias langit… ada warna berbeda membias di angkasa… dan menceritakan “sesuatu” dan “seseorang” yang berkarya di sana…”

———————

Ini ke 2 kalinya aku bertemu dengannya di suatu tempat therapy, setelah beberapa kali aku mengantar ibu dan adikku ke sana. Tidak ada yang istimewa dengan tempat itu. Hanya ada banyak orang (yang katanya kebanyakan sudah sakit parah), dengan senyum yang entah apa artinya, ikan-ikan, dan juga anjing (tentunya). Aku baru satu kali bertemu anak kecil di sana dan aku menggodanya seperti biasa.

Pria muda itu, tebakanku berusia sekitar 23 tahun dan ternyata benar. Wajahnya tampan, tetapi aku tahu dia pasti mengalami “sakit”

Hingga saat aku mengulurkan telapak tanganku dan mengajaknya berkenalan, dan kami mulai bercerita.

Dia menderita “Autoimun”, penyakit yang aku sendiri tidak tahu artinya, yang mengakibatkan dia pernah lumpuh, dan telah dideritanya selama 12 tahun. Dia bercerita tentang dirinya, impiannya dan banyak lagi hal lain, dengan senyum, meski dia sendiri tidak tahu apa yang akan dihadapinya di waktu-waktu yang akan datang.

“Aku sakit karena terlalu sombong. Aku seperti orang pada umumnya, aku memperkirakan nanti saat usia 30 tahun sudah memiliki semua hal, mobil, istri, dan lain-lain… aku melupakan hal terpenting dalam hidupku, hingga aku sakit seperti ini… dan aku sungguh tidak tahu apakah suatu saat itu semua akan jadi nyata atau tidak karena penyakitku tidak ada obatnya. Tidak… atau mungkin belum ditemukan obatnya”

“Tapi, kita masing-masing kan tidak tahu… apa yang terjadi besok, lusa, dan entah berapa tahun lagi… kamu bisa aja sembuh total, dan atau mungkin sebaliknya…” jawabku (sungguh tidak enak menjawab seperti ini)

Dan, kami bercerita tentang banyak hal yang lain lagi.

——————————————-

“Sampai bertemu lagi…” hanya itu salam terakhir yang biasa kuucapkan untuk mengakhiri perjumpaan kami

“Iya… semoga kita bertemu lagi…” itu juga yang biasa diucapkan, dii matanya masih tersisa harapan… suatu saat impian itu nyata lagi di hadapannya…

——————————-

“Kamu terlihat asik berbincang dengan Ko’ Pandu… kamu gampang banget ngobrol seru dengan orang yang baru kamu kenal” kata adikku sambil tertawa cengengesan

“Iyalah… dia menyenangkan… ada cerita banyak di hidupnya… semoga saja kita bisa bertemu lagi di waktu yang panjang…”

“Lho emang dia kenapa… dia seperti orang-orang sehat dan baik-baik saja?” tanya adikku

“Itulah hidup! Ada banyak cerita di hidup manusia. Dan setiap orang memiliki ceritanya masing-masing… tak bisa dibandingkan antara satu dan yang lain, dan bagiku itu seperti pelangi yang menghias langit… ada warna berbeda membias di angkasa… dan menceritakan “sesuatu” dan “seseorang” yang berkarya di sana…”

———————————————-

I’

18 Sept

Iklan

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s