S O R E

Sore.

Diletakkannya kepalanya di dadaku… Aku melingkarkan tanganku di bahunya yang kekar, dan pelan ku dengar isaknya …

“Aku capek sekali….” bisiknya

Aku diam, ku elus kepala dengan potongan rambut cepak-nya yang tipis… aku lebih suka menyebutnya demikian.

“Sampai kapan aku harus begini… aku sudah capek sekali…” bisiknya lagi

“Sabar ya dul…” jawabku pelan sambil semakin erat memeluknya dan menaruh kepalanya di dadaku. Kami tenggelam dalam diam. Aku merasa seolah dia ingin menghilang di pelukanku.

“Kita sama-sama terus berdoa dul…” hanya itu yang berulang kali ku bisikkan

…………………..

“Ayolah boy… semangat!!!” bisikku sambil tersenyum

“Heh! Aku ini perempuan tulen!!!” sergahnya

“Ha ha ha ha ha ha ha ha…. begitu dong….”  kataku dengan suara lebih keras sambil mengelus kepalanya lagi

***

Di lorong rumah sakit, tanpa sadar mataku terasa panas.

Ola menepuk bahuku sambil berkata, “Jangan menangis Ka’… tadi di dalam kakak tidak menangis kan..”

“Dia masih 21 tahun ola,… tumor… kemotheraphy menghancurkannya”

Ola dan aku bergandengan tangan tanpa kata-kata menyusur lorong rumah sakit yang tiba-tiba terasa sangat panjang.

Sore semakin menjelang. Awan gelap menggantung di sebelah selatan, hawa dingin mulai menusuk tulang. Sebentar lagi mungkin hujan akan turun lebat, tapi esok akan datang hari baru.

… masih ada harapan… meski tak berdasar…

I’

26 Nov’ 12

Iklan

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s