Kisah Celana Awul Awul

broken heart

Kisah Celana Awul-Awul

Sorna tertawa terbahak-bahak, “Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…. lucu banget ya… tadi waktu mbak Mini memperlihatkan merk celananya yang katanya POLO itu…”

“Apanya yang lucu?” tanyaku

“Ya lucu…. kamu sih mbak nggak ikut ketawa, malah menyuruh kami berhenti tertawa” jawab

“Itu tidak baik” jawabku singkat

“Lho kan semua orang juga ikut tertawa… ” sanggah Sorna lagi

“Eh ceritain dong… ada apa?” tanya adikku

“Begini Kak… tadi itu mbak Ari tanya ke mini celana pendeknya kok bagus, terus mbak Mini dengan bangga bilang kalo itu belinya di tempat ‘awul-awul’ , terus kami tertawa karena karena beli di tempat awul-awul aja kok bangga banget… dan itu membuat tertawa rame, tapi mbak Iik ga ikut tertawa…”

“Kenapa aku harus ikut tertawa?” tanyaku

“Mbak Iik ini kenapa sih, kok sewot?” tanya Sorna

“Begini… kamu tahu kan Mini telah menganggapku apa?” tanyaku ke Sorna

“Ehmmm… seorang kakak, seorang sahabat, seperti orang tua lah… ” jawab Sorna

“Lalu, kamu tahu ga, apa itu tempat ‘awul-awul’?” tanyaku lagi

“Tempat kain, baju bekas buangan yang dijual lagi…” jawabnya

“Trus…? Orang yang beli di tempat awul-awul itu…?” tanyaku lagi

“Ehm… mungkin nyari barang/baju bekas yang antik, atau duitnya ga cukup buat beli baru di mall” jawab Sorna

“Menurutmu Mini beli baju di awul-awul itu karena alasan yang mana?” cecarku

“Karena uangnya mungkin ga cukup untuk beli baju baru di mall” jawab Sorna

“Kamu temukan sambungannya ga kenapa aku tidak tertawa waktu tahu dia beli baju di awul-awul?”

“Eh….” Sorna terdiam

“Na. Coba bayangkan ini. Kamu ditertawakan sahabat-sahabatmu karena membeli barang ‘seken’ di tempat awul-awul karena uang tidak cukup. Coba bayangkan bagaimana perasaanmu?”

“Eh…” Sorna masih terdiam

“Na, mentertawakan, merendahkan, menyakiti, dan membuat orang malu di hadapan banyak orang itu sangat mudah untuk dilakukan. Tapi pernahkah kamu berpikir bagaimana orang itu menyembuhkannya nanti? Aku pernah membaca sebuah cerita kalau menyakiti hati orang itu seperti menancapkan paku pada sebuah batang kayu, meski suatu saat nanti kita tersadar dan mencabut paku itu, tapi bekas paku itu akan tetap ada selamanya. Jadi pikirkan lagi sebelum kamu melakukan atau mengatakan sesuatu. Mengerti kamu?”

“Ya…” jawab Sorna pelan

“Ingatlah… sangat mudah bagi kita untuk menyakiti hati orang, siapapun itu, tetapi hampir sangat mustahil untuk menyembuhkannya… meskipun kita berusaha menebusnya dengan berbagai cara” kataku menutup pembicaraan

……

#1 Februari ’13

Iklan

4 thoughts on “Kisah Celana Awul Awul

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s