Di Rumah Duka (lagi)

mourning

“Mungkin karena di rumah dukalah kita bisa kilas balik dan mempelajari tentang banyak hal”

Sore jam 4 aku dan Setyari tiba di rumah seorang sahabat yang ayahnya meninggal tadi pagi

“Hmmmmphhh… melayat lagi…. bener-bener bulan yang…. ” bisikku kepada Setyari sambil menghela nafas panjang

“Ya mau gimana lagi…?” jawab Setyari

“Benar-benar tempat yang tidak menyenangkan, karena kita di sini melihat mata yang sembab, warna hitam, jenazah, dan suasana duka… tapi kenapa Alkitab tulis ‘Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya’ ya… Apa lebih baiknya coba?” gumamku

“Entah ya…” Setyari hanya mengangkat bahu

“Mungkin karena di rumah dukalah kita bisa kilas balik dan mempelajari tentang banyak hal” kataku menyimpulkan sambil mengamati orang-orang yang hadir di rumah tersebut

“Ya, mungkin memang begitu…”

***

Ie’

27 April 2013

Iklan

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s