Bukan “Jemaat Seken”

big eyes

Setelah (selesai) mengatasi anak2 alay yang bengalnya ga ketulungan, aku “harus” ke suatu kelompok baru di gereja yang terdiri dari: beberapa wanita single usia 40 th keatas, janda muda tapi belum memiliki anak, wanita dengan “kekurangan fisik” yang bener2 tertutup dan ga pede, lalu ada lagi wanita yang (orang bilang) “loading lambat/ga mudhengan” dll…Hendro, seorang pria¬†yang akan menjadi partnerku mencolekku dan berkata, “Komsel baru kita….”

“Kenapa?” tanyaku

“Gimana ya…?”

“Gimana kenapa?”

“Mereka ini…” jawabnya menggantung

“Apa? Lebih susah diatur daripada anak alay bengal? Sensitif? Bayangan kesulitanmu pasti banyak sekali kan…?” tanyaku

“Iya mbak…”

“Dengar ya!! Mereka berharga! Mereka memiliki potensi luar biasa lebih besar dari yang bisa kamu bayangkan! Dan …. satu lagi… jangan sekali-kali kamu anggap mereka “seken” atau rendahan, jika kamu dengar ada orang katakan apapun yang jelek dan negatif tentang mereka suruh hadapi aku lebih dulu! Aku pastikan bersamaku mereka akan menemukan diri mereka… lihat saja …”

“Bener mbak?” tanya Hendro lagi

“Aku pastikan itu!!” jawabku mantap

¬†10 Mei’13
Iklan

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s