Warna Cinta?!

Nice-Couple-Cartoon-Wallpaper

dan mereka hidup bahagia selamanya…

Aku pikir itu yang banyak diharapkan oleh (hampir semua) perempuan, termasuk aku tentunya. Saat melangkah pada suatu hubungan serius dengan seorang pria, bahagia bersama, menua berdua, dan entah apalagi… Yah, aku pikir begitu.

Eits’ tunggu! Ini bukan tulisan dari sebuah pemikiran skeptis tentang sebuah hubungan dan romantisme. Tidak! Hanya sebuah pandangan ‘nyata’ dan kejutan ‘realita’, jika suatu saat nanti aku melangkah di dalamnya.

Seseorang bercerita padaku dengan mata berkaca-kaca dan kalimat terbata-bata, “Aku tak menyangka inilah perkawinan yang kutunggu selama ini. Belum genap 1 tahun, tetapi dia sudah bermain api selama 3 kali… aku merasa tidak mengenalinya… dia yang amat sangat kucintai, yang tatapan matanya membekukan hati dan pemikiranku… dan.. (ini yang terakhir)… rela meninggalkan tunangannya untuk mencintai aku”

What’s the hell?? (kasar sekali ya..)

Aku hampir-hampir saja menuliskan cerita tentang ini, berikut karakter mereka yang kukenal dengan baik ini, ketika menyadari kalau cuilan-cuilan kisahnya telah ada di setiap sudut rumah ini

  • MAAF :  tentang air mata seorang tunangan yang ditinggalkan begitu saja… dan kata maaf tak akan sanggup menyembuhkan luka
  • WAKTU : tentang waktu yang akan menjadi teman setia dalam sebuah kebenaran dan kebohongan
  • Simon dari Kirene : tentang pribadi yang ditetapkan untuk menjadi sebuah lengan melintas duka

dan… kini?

Ah! Warna dari sebuah perjuangan cinta! Ha ha ha ha ha ha ha ha ha… jangan salah sangka.. aku sedang tidak tertawa sinis, tapi sakit!

Apakah Warna Cinta? Merah? Kuning? Hijau? Biru? Abu-abu? Hitam? Entah!

Ah!

Aku pernah bertanya pada seorang kawan, “Seperti apakah rasanya jatuh cinta itu?”

“Seperti waktu kamu mendadak jatuh kebanting di aspal beberapa hari lalu itu… begitulah cinta. Mendadak datang, melayang, kebanting, dan rasa sakitnya tertinggal beberapa waktu lamanya” katanya

Aku menjawab, “Kalau sakitnya seperti itu… mana mau aku jatuh cinta? Buset dah! Lebam birunya tidak hilang-hilang…”

Ha ha ha ha ha ha ha ha… dan kami mentertawakan rasa cinta buatannya yang ngawur itu.

Ah (lagi-lagi) entahlah!

Dan aku menemukan 1 artikel (vulgar dan liar) tentang sebuah KESETIAAN (lelaki) adalah sikap yang harus dilatih (klik di sini)

musashi-swordofthesamurai

Tidak ada manusia yang kebal selingkuh di dunia ini. Bila ada kesempatan dan kemampuan, baik suami maupun istri akan selingkuh. Banyak yang tidak selingkuh karena tidak punya kemampuan banyak pula yang karena tidak punya kesempatan juga banyak yang tidak punya waktu. Ada yang takut dosa, ada yang tidak punya uang, ada yang karena tidak ada waktu, ada juga yang karena tidak ada yang menggoda.

KESETIAAN bukan KARAKTER bawaan lahir namun SIKAP yang harus selalu di latih dan dipelihara. Baik suami maupun istri harus senantiasa melatih diri untuk bersikap setia dan menjauhi godaan. Pelatihan itu dimulai dari pikiran lalu diwujudkan di dalam prilaku. Selingkuh dimulai dengan FANTASI.

Untuk sebuah kalimat yang lebih indah, dikatakan bahwa SELINGKUH dimulai dengan CURHAT.

Peristiwa dan artikel ini (setidaknya) membantu aku memahami “warna cinta” , setidaknya untuk sebuah kalimat yang kulontarkan pada adikku tadi pagi, “Sebuah pembelajaran pagi ini adalah berhati-hatilah pada seorang pria yang dengan mudahnya meninggalkan tunangannya demi menikahi seorang gadis lain. Karena kita semua mempunyai sifat dasar mengulang berkali-kali bukan hanya kepintaran, keberhasilan, tetapi juga kebodohan dan kesalahan… ”
Ie’
14 Juni ’13
Iklan

6 thoughts on “Warna Cinta?!

  1. benar juga ya.. kita bukan hanya mengulangi kepintaran dan keberhasilan, tapi juga beserta kebodohan dan kegagalan. Thanks ya kak Ie 🙂

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s