Merawat Kenangan – 2

footprint

foto: dokumen pribadi

laut telah menghapus jejaknya

***

Aku sedang membaca buku di depan televisi waktu Ibu bergumam, “Kau dengar itu?”

“Apa?” jawabku tanpa menoleh

“Suara pesawat terbang…”

“Hmmmmm….”

“Aku setiap kali mendengar suara pesawat terbang… selalu saja teringat perjalanan kita waktu itu. Ah! Tuhan memang baik, melindungi kita di saat seperti itu… padahal kalau sampai terjadi sesuatu diatas, maka Boy akan kehilangan kita semua…” kata Ibu lagi panjang lebar

Aku tidak menjawab, pandanganku tak teralihkan dari buku

“Nah! Make up itu harusnya seperti itu, natural dan memperlihatkan kecantikan seseorang…” celetuk Ibu lagi

Aku mendongak, mengarahkan pandanganku ke arah televisi. Seorang host talkshow sedang mewawancarai tamunya, seorang perempuan cantik bergaya natural

“Tidak seperti dandananku waktu itu, seperti topeng. Masak salon terkenal se-kota Padang dandanannya seperti itu… benar-benar pelecehan…”

Aku menghela nafas, tanpa menjawab

“Lihat tuh… kebaya Soimah keren banget kan? Hah! Katanya mau kembaran kebaya, tetapi setelah susah payah kita menjahitkannya, di hari H malah besan itu tidak mau pakai karena tidak bersedia dikembari”

Kepalaku tiba-tiba terasa pusing, aku beranjak dari tempat dudukku, sambil berkata “Aku mau tidur dulu sebentar 30 menit, nanti sore mau pergi lagi…”

Aku sebenarnya bukan orang yang seperti ini, meninggalkan seseorang apalagi saat Ibu berbicara. Tetapi semua perkataan yang dilontarkan Ibu adalah perkataan yang sama selama satu tahun ini.

Aku jengah, jenuh, bosan… seandainya saja aku tega mengatakannya kepada Ibu.

“Kamu gitu enak… kamu itu pelupa! Banyak perkara, banyak hal bisa terjadi di hidupmu, tetapi kamu bisa begitu mudah melupakannya… sedangkan aku… Kamu tidak tahu yang kurasakan sih… sakit hati ini susah sembuhnya!” omel Ibu kesal

“Gimana aku bisa merasakan yang Ibu rasakan… kita ini meskipun ibu dan anak, toh tetap saja dua tubuh yang berbeda, yang punya kepala dan hati yang berbeda…” jawabku pelan

“Aku itu heran sama kamu, kok bisa cepat melupakan banyak hal sih? Ingatanmu itu ukurannya berapa giga?” cecar Ibu

“Hmmmmm… sudah ah, aku mau tidur” jawabku sambil masuk kamar dan meletakkan kepalaku yang terasa berdenyut

Aku bukannya tidak mengingat banyak hal, tanpa setahu ibu ingatanku sudah sangat bagus, tetapi seringkali itu hanya berupa potongan-potongan gambar seperti slide tanpa tulisan. Aku tidak bisa terlalu mengingat perkataan, apalagi jika itu perkataan yang menyakitkan. System ingatanku seolah dengan mudah menghapusnya, dan untuk itu aku hanya sering beralasan laut telah menghapus jejaknya.

(Bersambung

Ie

Merawat Kenangan – 1, Buat apa merawat kenangan

Merawat Kenangan – 2, laut telah menghapus jejaknya

danbo 2

Iklan

4 thoughts on “Merawat Kenangan – 2

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s