Mengapa Menulis?

why write

Mengapa Menulis? Apa hubungannya dengan pekerjaanmu? Emang apa yang kamu tulis? Hanya tulisan seperti itu? Ah! Tulisanmu tidak akan berpengaruh pada apapun dan siapapun…

Seringkali itulah yang muncul di otakku setiap kali menulis. Sampai hari ini. Ya, bahkan sampai detik aku menuliskan kata per kata ini.

Aku gila baca! Itu yang orang tahu! Aku memiliki segudang buku sejak SD, membuka perpustakaan berisi berbagai macam buku, komik dan majalah. Aku bahkan melahap semua majalah yang mungkin belum tepat untuk konsumsiku waktu itu. Tetapi, sangat jarang orang yang tahu kalau aku juga suka menulis… bukan gila… karena belum banyak kata dan kalimatku yang tersusun rapi.

Aku sebenarnya menulis diary mulai dari SD, tetapi ditemukan oleh kakakku, diejek, ditertawakan dan.. nasib diary itupun jadi abu… ha ha…

Aku ini pemalu gila! Meskipun terlihat “ekstrovert” namun sejatinya aku ini sangat “introvert”, ketika beberapa tulisanku muncul di majalah berbahasa Jawa waktu SMA, aku berusaha menyembunyikan wajah dari siapapun. Sayangnya gagal. Aku ditertawakan di dalam kelas Biologi oleh wali kelas sebagai “anak salah jurusan”. Aku, remuk redam…

Saat itu, aku memang salah jurusan. Aku sangat menginginkan masuk kelas bahasa, tetapi keluarga mendesak masuk Biologi dengan alasan “masa depan jelas”. Ah! Kalau saja aku tahu bahwa kelas bahasa mempunyai masa depan gemilang belasan tahun setelahnya! Eh! Stop menyesal! Ha ha ha ha..

Aku kehilangan hasrat, terjun ke dasar bumi!

Hari berlalu seiring dengan hancurnya keluargaku, perpisahan orang tua, bully, pelecehan, penolakan, peristiwa demi peristiwa, dan entah berapa banyak lagi. Waktuku berlalu cepat, beberapa peristiwa yang sering kurekam melalui tulisan pun terlewat.  Semua perasaan, benci, amarah, duka, suka, kusalurkan dengan cara yang salah di waktu yang tidak tepat. Nongkrong, merokok, dan melakukan banyak hal yang seharusnya tidak dilakukan, aku terjerumus dalam kabut abu-abu depresi.

Hingga suatu hari aku bertemu “terang” yang menarikku keluar. Aku berubah!

Aku mulai menulis hal-hal sederhana, hanya sekedar berterima kasih buat ‘jalan terang’ yang kulalui setelahnya, dan mulai kecanduan.

Aku menulis, menulis, menulis bahkan bergabung di suatu grup menulis Kristen Sabda Space. Aku menemukan orang-orang yang mau membaca cerita-cerita sederhanaku, bersahabat, wah!

Lagi-lagi… (aku lupa), entah apa penyebabnya aku menghentikan sama sekali aktifitasku menulis selama hampir 1 tahun, dan akibatnya, aku hampir terjungkal lagi.

Ha ha ha ha ha ha ha ha ha…

Beberapa waktu lalu aku sungguh “diberkati” oleh nasehat seorang sahabat tentang Menulis Itu Menyembuhkan (klik disini), dan kutemukan pula tulisan Mas Octa di Menulislah Untuk Mengurangi Jumlah Pasien Rumah Sakit Jiwa (klik di sini).

Aku hari ini, pekerjaanku tak ada hubungannya sama sekali dengan menulis. Tetapi aku tak menyukai belanja, tak bisa futsal, badminton atau hal lainnya. Jadi, disinilah aku! Menulis!

Jika  besok aku punya alasan lain lagi… biarlah itu jadi urusan besok yah!

prince_zuko

Ie.

Iklan

7 thoughts on “Mengapa Menulis?

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s