Menejer Nggambus : Pak Dosen & Ayam Kampus

chicken

Aku sedang berjalan-jalan kontrol kamar ketika mendapati seseorang tamu duduk termenung di teras kamarnya.

“Selamat pagi Bapak…” sapaku sambil tersenyum

“Selamat pagi….” balasnya sambil menatapku

“Pagi yang cerah pak…, kota Konokae terlihat indah ya dari sini” kataku sambil menatap ke arah kota. Penginapan Wiro Sableng ini terletak di daerah perbukitan kota Konokae. Pemandangan siang hari akan menjadi sangat indah, karena bentangan kota terlihat jelas dari ujung ke ujung, dan menjadi sangat eksotis bermandikan cahaya ketika malam tiba

“Iya… ” jawab tamu itu pelan

“Apakah saya mengganggu? Saya akan meneruskan kontrol kamar saya…” kataku sambil permisi

“Oh tidak! Saya sedang menunggu anak didik saya saja kok…”

“O…. kuliah?”

“Iya, di kampus dekat sini…”

Aku manggut-manggut saja.

“Bapak dosen? Mengajar apa pak?”

“Iya, dosen terbang, mengajar statistika… ”

“Wah… ceritanya mau bimbingan nih mahasiswanya…” tebakku

“Ha ha ha.. iya bimbingan khusus.…” jawabnya sambil tertawa

“Aih! Saya tahu! Ha ha ha ha… ” timpalku sambil tertawa juga

Kami melanjutkan pembicaraan. Bapak dosen tersebut berasal dari kota yang berjarak 12 jam dari kota Konokae, dan sudah berkeluarga.

“Janjian begini gimana rasanya nih pak…?” tanyaku memancing

“Yah… biasa aja sih, anaknya ini butuh uang sih… jadi ya bimbingan’lah…” jawabnya sambil mengedipkan mata

“Ha ha ha… saling butuh dong kalau gitu… ”

“Ya begitulah! Dia jual-saya beli. AH! Itu dia sudah datang…. ”

“Baiklah pak.. saya tinggal dulu ya…” aku berdiri dan mengakhiri pembicaraan

Aku berlalu dan melanjutkan aktifitasku.

“Saling butuh”, kata-kata ini terngiang di telingaku. Ada pembeli ada pula penjual, ada barang ada uang. Selamanya akan begitu. Peraturan demi peraturan, hukum demi hukum coba disusun oleh manusia, tetapi pada detik yang sama dilanggarnya pula. Jadi, apakah yang tersisa?

Kepercayaan? Kesetiaan? Bagaimana jika itu hanya setipis kertas dengan pengkhianatan? Satu suara interupsi muncul di kepalaku. Eits! Bukannya itu hanya terjadi jika aku memandang dari sudut istri pak dosen itu?

Butuh uang, kepepet, tidak ada jalan, dosen yang baik, terpenuhinya kebutuhan, cepat lulus, dan sejenisnya… Itu jika alasan dari pihak si mahasiswa bimbingan tersebut.

Menolong mahasiswa, terpenuhinya hasrat… itu alasan dari pihak si bapak dosen

Sambil melangkah memasuki kamar berikutnya, aku tersenyum. Jika orang-orang seperti itu tidak ada, hotelmu juga tidak akan operasional… dan kehilangan tamu ha ha ha ha… satu suara di kepala itu tiba-tiba seperti mentertawakanku.

Bukannya orang sepertimu juga punya banyak pilihan? Selingkuh, setia, memegang teguh kepercayaan, menjualnya, menukarnya, kejujuran, pengkhianatan…  Apakah masih relevan untuk dipertimbangkan? Suara itu kembali menggodaku

Bukannya semua perbedaan itu hanya setipis kertas? Apa bedanya jika kamu memilih hal yang satu dan mengabaikan yang lain? Bukannya banyak orang juga memilih untuk menyimpang? Dan, hidup mereka baik-baik saja, yah… paling tidak untuk saat ini. Suara itu muncul terus menggoda

Ha ha ha ha… dan aku mulai tertawa sendiri. Ya mungkin itu benar! Dan sekarang, kembali kepada pilihan setiap orang, karena kesempatan untuk berjalan lurus ataupun menyimpang akan selalu tersedia di depan kita!

Toh tidak ada yang tahu kapan waktu pertanggung jawaban itu tiba? Kan’ tidak seperti tukang pajak yang selalu audit tiap 3 bulan sekali?? cecar suara itu

Iya… tapi, bagaimana jika siang ini waktu permintaan pertanggung jawaban itu datang? Apa yang bisa kupertanggungjawabkan dari perbuatanku itu?? suara kecil yang berbeda itu lembut menyusup

Aku tersenyum dan melanjutkan langkahku.

Haduh sok religius kali aku ini!!! Sudahlah!

 

Ie 😀

Iklan

2 thoughts on “Menejer Nggambus : Pak Dosen & Ayam Kampus

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s