Mr. Broken Wings

broken wings

gambar : watersmoke.deviantart.com

“Ie… aku ini… gay, gigolo…”

***

Aku menatap gelas minumku untuk kesekian kalinya, dan menghela nafas panjang ketika satu tangan terulur disertai salam “Perkenalkan, saya Mr. Broken Wings”

Aku menengadah dan tersenyum, “Halah… mesti gitu… ha ha.. ”

Dia tersenyum.

Teguh, dia sering menyebut dirinya sebagai Mr. Broken Wings. Perawakannya tinggi besar, kulit coklat, dengan senyum menawan. Dia sangat Indonesia dan aku senang berteman dengannya.

“Lama kita tidak bertemu…” kataku

“Yah… 3 tahun kali ya… ” jawabnya

“Setiap kali kita bertemu, dekat, dan kamu selalu pergi lagi…”

Teguh tersenyum simpul.

“Bagaimana kabarmu?” tanyaku

“Masih begitu … ”

“Oh….”

“Keluargamu?”

“Kacau balau… aku… ”

Dia terdiam, matanya menatapku tajam.

Keheningan menguasai kami selama beberapa waktu.

“Kamu tidak memberikan tawaran padaku untuk pulang?” tanya Teguh

“Kamu sudah tahu itu…”

“Ya aku sudah tahu itu, hanya aku selalu melewatkannya, mengejar … apa yang sebenarnya kukejar?”

Aku menatapnya. 6 tahun kami bersahabat, aku sangat mengenalnya.

“Kamu?’ tanya Teguh menggantung

“Ya… kenapa?”

“Nggak jadi!”

“Huh! Pasti kamu mau bertanya kenapa aku masih mau berteman denganmu, gitu kan? Sialan kau ini!” umpatku

“Kamu tahu…”

“Iya tahulah… kita berteman udah lama bangetttt… lapeeer nih…”

“Ha ha.. perut karung mulai deh!”

Sambil menunggu makanan, kami kembali terdiam.

“Ie.. ”

“Ya… ”

“Bisakah aku pulang?”

“Kukira begitu…”

“Masihkah aku diterima?”

“Yahh… mungkin saja… setidaknya kamu pulang dalam keadaan masih bernafas…”

“Jangan mengolokku Ie… aku serius…”

“Aku juga serius… pulanglah selagi kamu masih bernafas, karena ngapain pulang tapi beku dalam peti…”

“Aku telah menjualnya beberapa kali. Aku tidak pernah menghiraukannya. Aku lebih memilih…”

“Ya… ya … ya… raportmu memang kebakaran…”

“Ie… please… aku… ini bukan kamu. Aku mahluk dengan stempel pendosa di dahiku… katakan padaku… bisakah aku pulang…? Aku ingin, tapi juga takut…”

“Kamu sudah berkeliling dunia, menghadapi kelamnya malam, bercumbu dengan keindahan neraka, masak kamu takut untuk pulang dan mencium tangannya?”

Aku menemukan genangan di matanya, ku genggam tangannya, “Pulanglah… tidak ada yang terlalu berdosa yang tak bisa diampuniNYA, tak ada yang terlalu hitam yang tak bisa diputihkanNYA, tidak ada pintu yang terkunci rapat yang tak dibukaNYA. Kamu anak terkasihNYA, pulanglah… DIA menantimu”

“Ie… aku ini… gay, gigolo…”

“Sssttt… sudahlah… aku tahu itu, lihat padaku. Aku manusia kan? Aku sahabatmu… dan berani bertaruh… DIA juga mau jadi sahabatmu… pulanglah Mr. Broken Wings… kamu ditungguNYA” bisikku pelan sambil tersenyum

Aku melihat senyum samar di wajahnya yang tampan

***

Iklan

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s