Bisikan

Whisper-horror

“Pintu kamar terbuka! Lihat siapa yang datang???” kataku

“Ah! Siapapun yang datang, toh tetap akan memakai kita” jawabnya

“Ahhhhh! Dia lagi….” seruku

“Kenapa??” tanyanya

“Dia bau! Badannya bau, dan aku tidak menyukai kulitnya yang kasar itu menempel padaku” jawabku

“Ah! Kita ‘toh tak bisa menolaknya! Apa daya kita? Kita harus tetap melayani mereka ‘kan?”

Kami sudah hafal kebiasaan pria yang baru saja masuk kamar ini. Dia akan menaruh beberapa barang di meja, melepaskan sepatunya, menghempaskan badan di tempat tidur, dan berbicara di telepon selulernya.

“Halo… saya minta yang tidak biasanya… yang baru… berapa to berapa?? Kayak nggak kenal saya aja… ! Beres! Ya ya ya… tidak pakai lama… ? O ya… kalau istimewa nanti kamu saya kasih bonus. Saya tunggu ya…”

Setelah itu dia akan menyalakan televisi, dan menunggu pesanannya datang.

“Kira-kira siapa yang akan menemaninya kali ini?” tanyaku

“Entahlah… siapapun dia, toh kita tetap harus menemaninya juga” katanya

“Iya… ya… uhh” jawabku seraya melenguh

“Ah! Wanita itu! Kamu sudah pernah melihatnya?” tanyanya waktu melihat sesosok wanita melangkahkan kakinya masuk kamar”

“Belum! Apa dia baru?” jawabku

“Dia cantik!” serunya

“Ah! Semua yang kesini cantik! Tetapi tujuannya tetap sama, pelayan” kataku

“Hai sayang… “ sapa pria itu sambil tersenyum lebar, giginya yang besar tampak menyeringai

Wanita itu hanya tersenyum. Wajahnya terlihat cerah, lipstick lembut mewarnai bibirnya yang penuh, rambutnya panjang terurai.

“Sini… sini… duduk sini… “ Β tangan pria itu melambai ke arah wanita itu

Wanita itu terlihat ragu, pelan namun pasti dia melangkah ke arah pria itu

“Kamu baru ya sayang…”

Wanita itu hanya menjawabnya dengan senyuman

“Sssst… aku belum pernah mengenalnya. Apakah kamu sudah pernah melihatnya?” tanyaku

“Sama sekali belum… hei! Kenapa kamu tanyakan itu, bukannya kita selalu bersama? Siapapun yang kamu kenal, aku pasti mengenalnya?” jawabnya

Tangan pria itu mulai bergerak pelan menelusuri tubuh perempuan itu yang lagi-lagi hanya tersenyum namun diam. Dengus nafas yang kasar mulai terdengar, wajah pria berkulit parut Β terlihat kontras saat mendekati leher wanita yang jenjang dan halus.

“Sssstttt… pertunjukan dimulai!” bisikku padanya

“Iya… dan kita hanya bisa menyaksikannya…” jawabnya

“Yah! Hanya diganti saat pertunjukan itu selesai”

Kami mulai mendengar desahan nafas, dan getaran yang menimpa sekujur tubuh kami, tidak ada bisikan yang biasanya mampu kami ucapkan lagi.

“Sssttt… wanita ini menangis…” bisiknya

“Iya… airmatanya berjatuhan ke tubuhku…” bisikku

“Mengapa?” bisiknya lagi

“Entahlah! Aku tak tahu!” bisikku terakhir

Kami tidak tahu! Sungguh tidak tahu… kami hanya bantal dan seprei di sebuah kamar hotel, kami sungguh tak mengerti apapun.

***

ie

Iklan

13 thoughts on “Bisikan

      • kalau dilihat dari arsipnya ya sudah dari setahun yang lalu πŸ˜€

        nasehat di blog saya? kamsudnya? eh… maksudnya?

      • memang sudah menulis dan menulis…
        cuma masih lebih banyak ngawurnya… πŸ˜€ ha ha ha ha
        lalu setelah di WP… dan beberapa masukan dari teman baru di WP ini… sepertinya saya memang harus memperbaiki banyak hal supaya berkembang…
        he he he he…
        ini lagi keliaran di rumahnya om jampang …
        biar bisa lebih banyak belajar..

        πŸ˜€

      • waduh…. jadi tersanjung nih. padahal saya kan bukan penulis hebat. cuma menulis apa yang pengen saya tulis. jadi bakalan nemu tulisan yang rada ngawur juga

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s