Menangislah

Akhir Desember 2013. Hujan deras mengguyur, pohon meliuk-liuk mengikuti deru angin.

Aku berdiri di dekat kaca jendela, melemparkan pandangan sejauh mungkin.

Apa yang sedang kurasakan tepatnya?

Adakah yang bertanya apa yang kurasakan? Tidak ada.

Aku masih membisu, dalam diam.

Desember tahun lalu, aku masih mengingatnya, untuk pertama kalinya seseorang mempersilahkan aku menangis.

***

Gunung Kidul, Desember 2012

Badanku sudah sangat letih oleh perjalanan, tapi toh’ aku berusaha tidak mengeluh. Kami, aku dan teman-temanku sedang bergembira, tertawa, bercerita, dan menyusuri pantai di selatan pulau Jawa.

Aku membiarkan tubuhku terikut kemanapun mereka pergi. Perjalanan yang sangat menyenangkan. Semua orang tertawa dan bermain air dengan gembira.

Telah lewat tengah hari ketika kami hampir sampai di pantai yang terakhir.  Kepalaku sudah mulai terasa berat, dan badanku sudah mulai terasa aneh karena goncangan selama perjalanan.

Mobil berhenti di pantai yang kesekian, dan teman-teman berhamburan keluar dengan gembira. Aku keluar terakhir, mempersilahkan mereka berjalan lebih dulu.

Alih-alih mengikuti mereka, aku terduduk di sebuah batu karang, menatap laut yang terbentang di kejauhan.

Sekian waktu kulalui dalam diam, hingga sepasang tangan memelukku pundakku lembut.

Bahuku mulai bergoncang, air mata mengalir, aku terisak.

“Menangislah jika ingin menangis… adakalanya tangisan itu sangat diperlukan untuk menjadi kekuatan baru yang mendorong langkahmu ke depan”

Aku mencoba menyeka air mataku. Tangisan ini sangat memalukan untukku.

Untuk apa aku menangis? Apa yang perlu ku tangisi? Aku bukan wanita cengeng… aku tak perlu menangis! Aku harus hadapi semua dengan kuat! keluhku dalam hati

“Kamu wanita yang hebat Ie… kuat melewati semua kesukaran, tapi tidak usah kamu ingkari perasaan terluka, sakit, marah, dengan menahan air matamu”

Bagaimana dia tahu yang kurasakan? Kenapa air mata ini tak mau berhenti mengalir? 

“Menangislah, tumpahkan semuanya lewat air mata … ”

Aku menunduk, membiarkan air mata mengalir deras melewati pipiku.

“Tidak usah menahannya… biarkan saja semua… wanita terhebat di dunia ini sekalipun kadang perlu menangis untuk menguatkan hatinya melewati badai hidup selanjutnya…” bisiknya lembut

Angin menerpa rambutku, memberikan sensasi melankolis yang seolah lembut menyentuh sudut-sudut jiwaku.

“Ini untuk pertama kalinya aku menangis Tin… ” kataku di tengah isak

“Tidak apa-apa… menangislah adikku” jawabnya sambil terus memelukku lembut

Aku masih tidak berkata apapun, mengunci rapat mulut, membiarkan derai air mata mewakili semua cerita dan luka yang tak terkatakan.

***

Akhir Desember 2013, lagu Kelly Clarkson “Because Of You”  mengalun dari peralatan komputerku, hujan masih mengguyur bumi, pohon masih meliuk-liuk mengikuti arah angin, dan aku masih terdiam di pinggir kaca jendela.

I will not make the same mistakes that you did
I will not let myself
Cause my heart so much misery
I will not break the way you did,
You fell so hard
I’ve learned the hard way
To never let it get that farBecause of you
I never stray too far from the sidewalk
Because of you
I learned to play on the safe side so I don’t get hurt
Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you
I am afraid

I lose my way
And it’s not too long before you point it out
I cannot cry
Because I know that’s weakness in your eyes
I’m forced to fake
A smile, a laugh everyday of my life
My heart can’t possibly break
When it wasn’t even whole to start with

Because of you
I never stray too far from the sidewalk
Because of you
I learned to play on the safe side so I don’t get hurt
Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you
I am afraid

I watched you die
I heard you cry every night in your sleep
I was so young
You should have known better than to lean on me
You never thought of anyone else
You just saw your pain
And now I cry in the middle of the night
For the same damn thing

Because of you
I never stray too far from the sidewalk
Because of you
I learned to play on the safe side so I don’t get hurt
Because of you
I try my hardest just to forget everything
Because of you
I don’t know how to let anyone else in
Because of you
I’m ashamed of my life because it’s empty
Because of you
I am afraid

Because of you
Because of you

 

***

ie

*Thanks for Kittin

Iklan

13 thoughts on “Menangislah

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s