Out Of The Furnace: Yah… begitulah hidup!

out-of-the-furnace-2

Sometimes Your Battles Choose You

SINOPSIS OUT OF THE FURNACE:

Russell (Christian Bale) adalah seorang pria dengan kehidupan kasar. Selain harus bekerja keras sebagai buruh di pabrik baja, ia juga harus merawat ayahnya yang sakit.
Ditempat lain sang adik, Rodney (Casey Affleck) telah kembali setelah bertugas di Irak. Rodney yang terjebak dalam situasi kejahatan hilang secara misterius. Polisi yang gagal mengungkap kasus ini, membuat Russell mengambil tindakan untuk mencari keadilan bagi adiknya.

Diatas itu sinopsisnya. Sialan! :p

Aku dan sahabatku lagi bete, dan pengen nonton film siang-siang. Celingukan, dan dengan santainya dia iseng menunjuk film ini. Jadi, yahh.. kami tontonlah film ini! Padahal aku pengennya nonton 47 Ronin

Ceritanya berjalan lambat, satu demi satu karakter cerita diperkenalkan dengan pelan dan jelas.

“Sial ini pasti film emosional” celetukku akhirnya

“He he…  padahal kita biasanya pengennya nonton pilem yang jebret jebret.. heroik, menang,… ” cengir temanku

“Behhh…” cibirku

“Di dunia yang serba masalah ini, kita pengen hiburan, bukan nonton pilem masalah juga…” katanya sambil meneguk kopi

Russel diceritakan sebagai seorang pria rumahan kebanyakan, meski pekerja kasar di pabrik baja, dia type pria baik dan berhati mulia. Merawat ayahnya, mencintai adiknya yang pulang bertugas dari Irak, dan (tentu saja) punya pacar yang ingin dinikahinya. Sangat ‘membumi’.

Tidak ada konflik cerita berarti, hanya kesulitan demi kesulitan hidup, seperti kita pada umumnya. Kita? Ha ha ha…

Suatu hari, yang mungkin ‘sial’, Russel menabrak mobil, masuk penjara, dan konflik di penjara terjadi. Tapi jangan berharap pada pertarungan penjara seperti umumnya. Hukuman penjara dijalaninya sampai selesai dengan biasa.

Saat keluar penjara, satu persatu kenyataan hidup dihadapinya. Adiknya menghilang misterius, ayahnya sudah meninggal, pacarnya dinikahi orang. Ehem!

“Orang ini pemeran Batman lho” bisik sobaatku

“Lhah! Biasanya pasti hebat”

“Iya, kok bisa main begini?”

“Justru itulah hebatnya, dia terbiasa hebat banget, heroik banget, dan tiba-tiba harus jadi pria biasa kayak begini, yang berlinang air mata… aduhhh duhhhh…” kataku

“Iya ya…”

“Hmmm… ” dengusku

Usaha pencarian Russel pun diceritakan dengan wajar dan biasa (pake banget). Tak ada emosi yang diaduk.

“Duh! Daripada patah hati dan berlinang air mata begitu, mendingan dipukuli sampai bonyok di penjara” komentarku

“Itu kan pengenmu… pengennya film ini lain lagi, lihat aja… semua akan ngalir begini aja sampai akhir…”

“Padahal katamu, pemainnya ini kan sangar sangar…”

“Iya emang sangar-sangar… tapi yah…”

Hmmm… sampai berakhirpun tidak ada emosi berarti (menurutku). Pembalasan dendam yang dilakukan juga sangat datar.

Begitulah review film ini menurutku. Itu menurutku. Bisa juga salah, karena aku tak biasa menulis review film. Atau mungkin, karena aku telah terbiasa dengan “battles” sehingga menganggap cerita semacam ini sangat wajar?? Ehm… mungkin juga!

Btw, aku suka juga dengan tulisan ini,

Sometimes Your Battles Choose You

Yah, begitulah hidup! Ha ha…

`ie`

out-of-the-furnace-poster03

Iklan

6 thoughts on “Out Of The Furnace: Yah… begitulah hidup!

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s