Entah Ada Apa Dengan Jokowi

matrhin luther

Entah apa yang sedang terjadi di negeri ini dan juga kotaku, Semarang. Kota yang terbiasa dengan paparan panas menyengat kini semakin terasa membara.

Atau hanya perasaanku saja?

“Yah… bisa jadi seperti itu” gumamku sendiri di atas motor sambil melaju di hari terik

Pemilu dan Pilpres, salah satu hajatan negara ini tidak pernah kupedulikan lagi sejak berakhirnya tahun 2008.

Menyaksikan dari dekat, bersentuhan kulit dengan mereka para pelaku adu kepentingan, uang, jabatan yang “men-cara-kan segala jadi halal” (bukan salah ejaan, tapi kesengajaan :p ), membuatku minggir, menutup telinga, membutakan mata dan hati.

Peduli amat dengan Indonesia!

Menonton saja semua aktifitas politik di TV, maki di media sosial, dan kutuki mereka “para penjahat negara”, yang hampir selalu, aku dan teman-teman lakukan.

Berdoa bagi Indonesia? Oh ya… tentu saja… tapi hanya berdoa saja… dan berharap… ada “seseorang” yang bisa turun tangan membantu negeri ini, tetapi yang jelas bukan aku, dia, atau kami.

Hingga beberapa waktu lalu…

“Bagaimana jika kita mulai berani menyatakan warna kita?” tanya seseorang kepadaku

“Maksudmu?” kebekuan selama 7 tahun terakhir membuatku bego dan mati rasa

“Pilihan kita di Pilpres kali ini”

“Owhhh… ya tinggal dorong saja semua teman-teman kita untuk memilih si A atau B” jawabku enteng

“Tidak seperti itu, bagaimana jika kita melakukan “sesuatu” atau mendeklarasikan “sesuatu”?” mata yang berbinar-binar itu menohok langsung ke jantungku

“Men de – kla – ra – si – kan sesuatu? Serius?”

“Ya, semisal relawan Youth For Jokowi,  bukan hanya sekedar mendorong teman-teman dan saudara kita memilihnya, tapi juga getol kampanye, dan membantu banyak orang”

Aku menelan ludah. Seperti ada sesuatu yang berhenti di tenggorokanku.

“Ya. Kapan kita akan lakukan itu, dimana tempatnya, apa saja dan bagaimana. Aku mau” jawabku tanpa pikir panjang

“Kita akan ajak semua teman pemuda-pemudi kristiani di Semarang. Kita akan membuat dukungan untuk Jokowi menjadi jadi Presiden kita” setiap kata yang diucapkan terasa seperti menggedor pintu hatiku

“Ya. Aku tahu bagaimana memulainya. Akan aku hubungi Bas, kami akan memulai ini dari Posko Relawan Jokowi Semarang yang ada di Jl. Pemuda. Aku akan memulainya siang ini juga” jawabku cepat

Dan, waktu bergulir begitu cepat. Aku masih bisa mengingatnya dengan baik setiap detilnya.

Meluncur di Posko Relawan yang terdiri dari bangunan bekas POM Bensin usang, berbicara dengan beberapa orang tentang keinginan kami. Meluncur ke markas besar Panti Marhaen Semarang milik PDIP, bertemu dengan para aktifis, berbicara, melihat mata yang berbinar-binar, mendengarkan setiap kalimat penuh semangat. Menyusun kepengurusan kami, menghubungi banyak orang, dan menyatakan diri sepakat untuk ikut terlibat.

Ah! Ada apa ini…

Setelah itu, mesin media sosial mulai bergerak perlahan dan semakin melaju kencang. Berita demi berita, mobilisasi demi mobilisasi.

Ah! Sungguhkah aku terlibat di dalamnya kali ini.

“Para relawan meminta kita melakukan flashmob untuk menyambut kedatangan Jokowi nanti malam di Semarang. Tolong gerakkan semua orang. Kita harus menciptakan koreografi kilat, dan menarikannya di pusat kota” telepon Bas

“Siap” hanya itu jawabku

10502403_10204073732028699_3479012635842817076_n

koreografi flashmob-dokumentasi pribadi

Dan flashmob pun tercipta begitu saja. Ya begitu saja. Malam itu, 19 Juni 2014 kami menari di lapangan Simpang Lima Semarang,

Ratusan pasukan flashmob sambut kedatangan Jokowi di Semarang,

flashmob

Flashmob Dukungan dari Youth for Jokowi

flashmob 2

“Entah ada apa dengan Jokowi, bagaimana mungkin kita mau bersusah payah untuk seorang yang katanya ndeso, kurus, jelek ini” kataku pada teman-teman saat bersama melakukan flashmob malam-malam di lapangan simpang lima

“Ehhmmm… yah mungkin bisa untuk cerita anak cucu” jawab Dani temanku

Aku hanya nyengir!

“Deklarasi kita akan dihadiri Ganjar Pranowo yang menjadi Ketua Relawan se-Jateng” isi pesan singkat yang kuterima

“Dihadiri Gubernur???” tanyaku sambil terbelalak

Membuat spanduk ukuran raksasa untuk dipasang di gedung yang luar biasa besar

10483081_10204073739468885_2627993529545811842_n

spanduk YFJ – dok pribadi

Melihat Bapak Gubernur yang juga merupakan Ketua Relawan Jkw-Jk memberikan jabat tangan hangat kepada teman-temanku.

DSC_6124

Aku semakin bergetar saat mengambil foto Bapak Ganjar dari sebelah panggung, menyaksikan ribuan orang berteriak, berjubel dan mendengarkan orasi yang membakar.

DSC_6243

dokumentasi pribadi

Aku, salah satu bagian dari ini semua? Jaman apa ini? Apa aku tidak sedang tersesat di suatu pusaran waktu yang aneh?

10152031_10204073735508786_4346748960005058574_n

deklarasi YFJ-dok pribadi

10443448_10204073737588838_6785872499590931100_n

deklarasi YFJ-dok pribadi

Deklarasi Youth For Jokowi,

DSC_6181

dokumentasi pribadi

Deklarasi dukungan mahasiswa Papua untuk Jokowi,  

DSC_6210

dokumentasi pribadi

DSC_6333

Seolah belum habis pula tenaga kami ini, hingga malampun masih di jalanan, Ratusan pemuda Semarang dukung ide industri kreatif Jokowi

DSCN1651

dokumentasi pribadi

DSCN1665

dokumentasi pribadi

DSCN1672

Aksi demi aksi, media demi media, tulisan demi tulisan, komunitas demi komunitas…

10390545_10204073607705591_221301735733167109_n

Deklarasi Komunitas Pendukung Jokowi 

10492398_10204073606305556_8251685109761031063_n

Bersama Bapak Walikota – dok pribadi

“Berapa sih kamu dibayar oleh kubu Jokowi?” tanya seorang teman yang kali ini berbeda perahu denganku.

“Tidak satu rupiahpun”

“Lalu, kenapa kamu begitu ngotot dan bekerja keras melakukannya…” tanya dia penuh selidik

“Ehmmm… mungkin untuk secercah sinar harapan”

“Dia tidak siap memimpin negeri ini, dia masih harus menjadi Gubernur saja dulu, dia bla … bla … bla…” cecarnya lagi

Aku mengangkat bahuku sambil tersenyum, “Mungkin karena dia cerminan diriku yang ndeso, katrok, jelek, sederhana, dan tidak memiliki mimpi di awang-awang… yah… hanya Indonesia yang lebih hebat, mungkin karena itulah aku memilih dia”

“Tapi kamu tidak sendirian… ada ratusan teman-temanmu… kalau saja…”

“Sudahlah. Tidak apa-apa ‘kan menitipkan mimpi kecil kami ini padanya?” tanyaku menutup pembicaraan

Untuk sebuah mimpi kecil yang sederhana? Ya… bisa jadi seperti itu.

Entah darimana semua kreatifitas, tenaga, konsentrasi ini sehingga aku dan teman-teman melakukan banyak hal. Memberikan pengarahan kepada teman-teman mahasiswa bahkan dengan membuat seminar kebangsaan tentang pentingnya keikutsertaan mereka dalam Pemilu , 

10458347_10204059140783927_648303225788337678_n

Seminar – dok pribadi

10360908_10204059139623898_2045491978041814575_n

seminar-dok pribadi

Sebuah paragrap penutup tulisan seorang blogger yang tidak ku kenal begitu menyentuhku.

Jika nanti kita diberi kesempatan untuk bercerita kepada anak kita bahwa ada seorang anak tukang kayu menjadi presiden, ada seorang dari desa yang berhasil menggerakkan jutaan rakyat yang mencintainya, dan berbisik kepadanya “Nak, kamu harus seperti dia.”, barangkali Indonesia sudah benar-benar berubah. Dan benar, itu salah Jokowi. ~  ignasiusryan wordpress

Hari ini yang kami lakukan hanya satu ujung kuku hitam, dan hanya tercatat di buku harian kami masing-masing, tetapi paling tidak kami telah mencoba berani menunjukkan warna kami.

Entah ada apa dengan Jokowi… bangunkanlah kami jika sudah terlalu bermimpi untuk Indonesia yang lebih hebat esok hari.

 

*Salam dua jari anak negeri

 

 

Iklan

16 thoughts on “Entah Ada Apa Dengan Jokowi

  1. Ya…mudah-mudahan anak tukang kayu yang satu ini bisa menjadi Presiden RI. Mudah-mudahan anak tukang kayu yang satu ini karyanya bisa “menyelamatkan” Indonesia dari keterpurukan dengan “revolusi mental”. Seperti halnya “anak tukang kayu” yang 2000 tahun lalu menyelamatkan manusia dari cengkeraman dosa dengan “metanoia”…

    Salam 2 jari…

  2. Jika nanti diberi kesempatan untuk bercerita kepada anak cucu kita tentang seorang tukang kayu menjadi presiden, maka saya pun memulainya dengan bercerita tentang seorang anak desa yang membantu tukang kayu menjadi presiden agar dia bisa menitipkan impiannya tentang Indonesia.

    Tersebut di atas yang aku tulis ketika share tulisan ini di FB agar handai taulan bisa menikmatinya juga. Aku suka tulisan ini. kisah nyata tentang seorang anak desa. Aku beruntung mengenal dan bersahabat dengannya.

  3. Ikut ngeramein komentar deh… Saya dukung baik prabowo maupun jokowi siapapun yg jadi presiden semoga menjadi presiden yg baik buat bangsa ini… Jangan ada perselisihan atau perpecahan meski beda pendapat, semua saudara sebangsa… Indonesia penuh damai… Ameeeen…

  4. Tulisan yang bagus, saya dan keluarga senantiasa mengkampanyekan Jokowi untuk menjadi presiden setelah SBY lengser.
    Cara kami adalah bercerita tentang kelebihan dan kekurangan Jokowi, kemudian kami juga bercerita tentang kekurangan dan kelebihan Prabowo.
    Hanya bercerita saja.
    Sama seperti anda, kami adalah relawan, yang tidak dibayar oleh tim Jokowi,malahan kami tidak pernah ketemu tim dari Jokowi.
    Dan saya percaya dengan dukungan relawan relawan seperti anda dan saya, maka Jokowi bisa menjadi RI1.

    Salam 2 Jari, buat Indonesia yang lebih baik.

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s