Dari Balik Kamera

DSC_6843

Hatiku berdesir, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan negeri ini esok hari. Semoga semua baik-baik saja, dan Indonesia semakin berkembang maju. 

***

Aku melompat naik ke atas meja, mencoba keberuntunganku dengan berdiri di atasnya.

Malam ini jadwal Capres nomor urut 2 mendatangi kota Semarang, sejak pukul 16.00 Wib kami terkantuk-kantuk menunggunya.

“Untuk apa repot-repot menyambutnya, emang ada urusan apa kamu dengannya?” tanya seorang teman

“Ga ada, cuma pengen lihat aja sih… ga cuma di tipi” jawabku sambil nyengir. Aku tahu dia membenci cengiranku, tetapi sepertinya aku sudah tidak peduli.

Kerumunan orang nampak semakin terlihat sesak di ujung ruangan.

DSC_6826

 

Ah! Benar! Itu dia! Kemeja putihnya, khas!

Aku memperhatikan rombongan yang berdesakan maju itu, ada Gubernur Ganjar Pranowo, dan Walikota kami Hendrar Prihadi, mereka menuju ke meja depan.

Teman-temanku meneriakkan “Jokowi! Jokowi!” dan “Salam Dua Jari” bersahutan. Aku tersenyum meskipun tak ada seorangpun yang memperhatikan.

DSC_6823

“Merdeka!!” pekik semua orang yang berada di dalam ruangan

DSC_6830

Aku tercenung, merenung, mengingat sebuah cerita lama nenekku, “Dulu sekali… kami ini pernah melihat Bung Karno berpidato di lapangan kawedanan, semua orang terdiam mendengarnya berbicara, dan saat pekik kemerdekaan diperdengarkan… perasaan gemuruhnya membuat mata kami basah”

Aku mendengarkan cerita Nenek sambil lalu, tidak pernah ada lagi cerita seperti itu seumur hidupku. Itu mungkin terjadi di masa lalu, di masa perjuangan bangsa Indonesia, tapi tidak di masa-ku. Aku generasi 80-an, hanya mengenal “Bapak Pembangunan Indonesia” dan Program Lima Tahunnya.

Aku hanya mengenal barisan “pagar betis” di usia sekolah saat seorang pejabat atau Presiden lewat daerah kami dengan mobil berkaca hitam tertutup rapat, dan raungan sirene polisi pengiringnya.

Tetapi “petinggi” berbicara langsung? Menyentuhnya?

Ah, yang benar saja!

Aku tak mengenal intrik politik, aku hanya tahu ada Pemilihan Presiden, dan setelah kupikir-pikir, kupilih no.2.

Sesederhana itu? Iyalah… sesederhana itu!

Jadi, ya… di sinilah aku sekarang, menyaksikan kedatangan Joko Widodo yang sudah dicalonkan dan dipilih oleh (entah berapa persen yang bener :p) untuk jadi Presiden Indonesia.

Semua orang mendadak diam saat Bapak Joko Widodo itu mulai berbicara, sesekali teriakan “merdeka” berkumandang.

DSC_6844

Hatiku berdesir, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan negeri ini esok hari. Semoga semua baik-baik saja, dan Indonesia semakin berkembang maju.

Ngomong-ngomong, aku ini hanya seorang pemerhati saja dari balik kamera.

balik kamera

😀

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “Dari Balik Kamera

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s