Tak Perlu Diulang

long-way-home-37841

Seorang teman menulis di laman Facebooknya “Seandainya hidupmu bisa diulang, kau ingin memulai kembali hidupmu di bagian mana? Apakah hidupmu akan menjadi lebih baik dengan adanya kesempatan untuk mengulang tersebut?”

Adakah yang bisa kuulang? Bagian mana yang ingin ku ulang?

Berlarian di sawah, menaiki kerbau, rebah bersama di rerumputan, menghirup udara yang kesegarannya memenuhi seluruh rongga nafasku, melihat birunya langit, dan pulang ke rumah saat matahari mulai turun. 

Hmmmm….

Mengenal cinta pertama, mengintip cowok itu saat lewat depan kelas, bersepeda keliling kota, membolos, mentertawakan guru yang gagal mengejar.

Ah…

Coretan di baju SMA sudah usai, tidak ada kesempatan meneruskan kuliah, melamar pekerjaan, senyum sinis staf HRD, memulai pertarungan dunia kerja.

Aku mengangkat bahu

Duduk bengong di pinggir jalan, patah hati, hampa, minggat dari rumah, amarah, kecewa.

Aku menghela nafas panjang.

Menemukan jalan pulang, tawa, jabat tangan tulus, lagu, tarian, tepukan tangan meriah, pelukan hangat.

Aku tersenyum, menggelengkan kepala, dan mengetikkan beberapa kalimat di kotak komentar, “Tidak ada yang perlu diulang, perjalanan ini sudah amat sangat luar biasa”

Post

 

 

 

 

 

Iklan

4 thoughts on “Tak Perlu Diulang

  1. Kalaupun benar bisa di ulang….
    Aku nggak mau mengulang…
    Karna belum tentu pengulangan itu menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari yang sekarang aku dapatkan..

    Bersyukur itu lebih baik…

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s