Lukisan Kaca

lukisan kaca 1   lukisan kaca 2

 

Sebuah kesetiakawanan sederhana? Entahlah.

26 Desember 2013, seorang teman dan keluarga berkunjung dan berlibur di Semarang.

Tanpa pernah diduga, kunjungan liburan itu ternyata “mempertemukan” aku dengan sepasang suami istri dengan latar belakang gelap gulita , sebut saja namanya AGUS dan LALA.

Agu dan Lala, Sepasang suami istri yang pernah menjadi penghuni “asrama terali besi” karena suatu kasus hukum berat yang harus mereka jalani belasan tahun.

Saat pertemuan kami tersebut, sang suami baru saja “lulus”… dan demi alasan keberatan keluarga, maka mereka merantau untuk bekerja di semarang.

Untuk beberapa waktu mereka nyaman dengan pekerjaan mereka, dan setelah pertemuan itu kami tak tersambung lagi.

Tetapi, sepertinya sesuatu harus terjadi supaya kami bertemu lagi. Identitas sang suami sebagai “lulusan terali besi” diketahui sang majikan, sehingga harus angkat kaki dari perusahaan tempat dia bergantung.

Mereka memohon bantuanku, dan ku upayakan untuk mencari tempat pekerjaan lain, tapi tak berjodoh. Akhirnya, aku terima sendiri di perusahaanku sebagai tenaga cleaning service. Semua cerita latar belakangnya ku tutup begitu saja.

“Separo masa mudamu sudah habis di terali besi, saatnya belajar hidup lagi, bertanggung jawab pada keluarga, dan memulai masa depan” kataku waktu menerimanya jadi pegawai.

Suatu hari seorang supervisor bercerita kalau dia menemukan lukisan bagus hasil karya petugas cleaning service baru ini.

Para karyawan saling bercerita satu sama lain… dan tidak tahu darimana ide itu berasal… tiba tiba mereka melapor “Mba… kami patungan uang… untuk membelikan peralatan gambar, cat dll… si Agus mau menggambar di kaca… nanti kami mau jualkan juga… boleh kan mbak?”

Aku hanya mengangguk saja.

Pagi ini, si Joko datang ke kantorku meletakkan 2 lukisan di meja dan berkata, “Ini 2 karya yang baru saja selesai dibuat si Agus mba… kira2 mbak ada pandangan untuk ditawarkan kemana gitu nggak?”

“Ya, coba ku tanyakan pada teman-temanku… siapa tahu ada yang tahu…” jawabku singkat

Hmmmm… orang orang ini… apa coba yang dipikirkan mereka? Patungan? Berkarya? Menjualkan?

Sebuah kesetiakawanan sederhana? Entahlah.

 

Iklan

2 thoughts on “Lukisan Kaca

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s