Demi Waktu Yang Terlewat

pria tua

Seraut wajah muncul di depanku, dan aku menggeleng pelan. Perawat telah memberitahukan kehadiran seseorang yang ingin menemuiku.

“Pasti tidak mengenaliku…” katanya sambil duduk di sebelahku

Aku mengangguk dan menjawab pelan  “Maafkan aku…”

Dia mengangkat bahu, tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa… aku mencarimu lama sekali…”

Aku hanya menunduk dan menghela nafas, tak sanggup menjawab.

“Seandainya saja kita bisa bercerita banyak tentang waktu yang telah terlewatkan, pasti menyenangkan sekali… sayangnya tak banyak yang bisa kuingat tentang kau”

Aku lagi lagi hanya sanggup membisu.

“Aku mencintaimu, simpan bibit bunga ini ya… jangan lupa disiram, minggu depan aku liburan panjang, dan kita akan sama-sama memandang bibit bunga ini dari jendela sambil bercerita banyak tentang waktu yang telah hilang” katanya sambil berjongkok di depanku menyodorkan bibit tanaman yang telah tumbuh beberapa sentimeter

Seperti ada kabut menggenang di mataku saat memandang wajahnya yang cantik.

“Jangan katakan apapun, tidak usah menghitung apapun, aku benar-benar mencintaimu, dan telah menunggu hari ini puluhan tahun lamanya Ayah” bisiknya lembut sambil mengecup pipiku yang keriput

Aku hanya mampu tertunduk memandangi bibit bunga di tanganku.

“Demi waktu yang telah terlewat aku akan menunggumu anakku” bisikku pelan

***

Iklan

9 thoughts on “Demi Waktu Yang Terlewat

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s