cuma nyengir

article-writing-pencil

Cuma nyengir, itu yang paling aku lakukan kalau keisenganku menulis diketahui orang. Mereka biasanya berkomentar, “Ga macthing sama tampilannya yang songong, kemaki, semrawut, dan … cengengesan gila”

Cuma nyengir dan mencoba mengalihkan pembicaraan kalau ada yang menyinggungku tentang menulis, bahkan ibuku sendiri, lalu mengangkat bahu sambil berkata, “Lha wong menyusun kata yang baik saja aku tidak bisa… masih boros… kebolak balik… alur cerita gaje… dan ga tahu banyak pula soal istilah istilah menulis”

Cuma nyengir karena sebenarnya tujuanku menulis sangat sederhana yaitu memilah dan menaruh imajinasi kacau yang sering ‘meracau’ saat tekanan pekerjaan terasa seperti ‘kuk’ yang terpasang di atas kerbau pembajak sawah.

Dan lagi lagi aku cuma nyengir, karena meskipun sering iseng menulis tapi aku tak mau masuk di geng menulis (dulu sempat sekali atau dua kali ‘tok tapi selanjutnya ga mau lagi). Kenapa? Karena aku ‘memastikan’ diriku tak mau dipancing dan disuruh menulis dengan aturan-aturan “twist nya harus keren”, “twistnya harus nendang” dan sejenisnya. Entah ada apa dengan otakku yang aneh ini, susah di ‘atur’ , hanya mau ‘sekedarnya’ saja.

Jadi ya begitulah aku ini… cengar cengir… komen sana sini… like sana sini… karena aku memang bukan penulis… cuma pembaca gila atau gila baca yang suka iseng aja menulis.

Aku memang begitu… 😀

 

Iklan

4 thoughts on “cuma nyengir

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s