Tentang Kamu dan Aku

hands train

Kamu ingat waktu pertama kali kita bertemu? Kamu pasti melupakannya, karena akupun juga, ribuan hari telah lewat sejak itu. Apa yang bisa kuingat tentang pertemuan kita?

Kamu ingat, kita menderu diantara truk antar kota antar propinsi dalam waktu beberapa jam saja? Banyak orang mengatakan kita gila, tapi kita hanya tertawa lebar.

Kamu ingat, mata kita saling menatap untuk berbicara hal yang tak mungkin disampaikan dengan kata dalam pertemuan-pertemuan penting itu? Kurasa hanya kita yang sanggup melakukannya.

Kamu ingat, tingkah orang yang memata-matai kita? Memburu kita seperti penjahat? Kita hampir saja tidur sekamar karena ketakutan. Selanjutnya orang sering menggoda untuk kita tidur satu kamar saja saat tugas bersama karena yakin tidak ada satupun yang akan terjadi. Paling menonton film kartun, makan biskuit dan menghabiskan berkaleng-kaleng minuman – tak terlalu merugikan, kilah mereka

Kamu ingat, kita duduk berdua di atas dek kapal sambil memandang laut yang tak bertepi, merenungi jalan hidup yang harus kita lewati? Ternyata kita jadi  sering melakukannya dimanapun, diantara gedung pencakar langit, deras deru hujan, dingin pegunungan yang menggigit tulang.

Kamu ingat, aku pernah terlempar dari boncenganmu dan jatuh telentang di jalanan? Kau begitu gugup dan menawariku minum es degan setelah itu, ha ha ha… cara menghibur dan khawatir yang aneh.

Kamu ingat, ritual yang selalu kita lakukan saat hati menderita ‘gegana-gelisah-galau-merana’ dan dompet kosong? Kita minum satu gelas coklat panas besar dan mencelupkan biskuit ke dalamnya, kemudian tertawa, seolah semua masalah akan otomatis hilang jika kita melakukannya.

Kamu ingat, waktu memintaku untuk ‘tidak mati’ karena coklat panas dan biskuit masih enak dimakan setiap kali sakit parah? Penyemangat gila, tapi aku selalu berhasil melewati masa kritis karena itu.

Kamu ingat, waktu kamu patah hati dengan cewek manis-yang kakak laki-lakinya mencintaimu itu? Kau menyanyikan lagu ini setahun penuh, aku tak tahu cara menghiburmu, jadi aku terpaksa menyanyikannya juga. Ribuan hari kemudian, ternyata lagu ini memang untuk kita.

Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang telah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah 

Kamu ingat, semua orang mengatakan kita berjodoh karena tawamu adalah tawaku, begitu pula tangismu. Kita selalu tertawa menanggapinya.

Seperti ribuan hari, demikian pula cerita kamu dan aku. Kita saling ada, menjaga, percaya, dan menyayangi, tapi itu bukan cinta.

Kamu akan menikah seratus hari lagi, dan aku sangat bahagia karenamu. Ternyata perjalanan telah membawa kita sampai di sini, pergilah, berbahagialah dengan wanitamu, dekaplah erat dia.

Percayalah padaku, aku akan menemuinya, seseorang yang kusayangi sepertimu, hanya itu bukan kamu.

Love,

ie

*untuk seorang sahabat terbaik yang mungkin hanya akan ada 1 untuk selamanya.

*gambar dari pinterest di sini 

Iklan

9 thoughts on “Tentang Kamu dan Aku

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s