Hospitality

 

hospitality

Baca tulisan Mas Ryan tentang Yang Harus Kamu Punya Kalau Mau Kerja saya jadi ingat pengalaman beberapa tahun lalu.

Sekitar tahun 2005, waktu itu saya masih bekerja sebagai sekretaris di suatu kantor. Suatu hari kami akan mengadakan event dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Saya kebagian mengatur akomodasi untuk sekitar 30an orang dari luar negeri tersebut. Menelpon beberapa hotel, meminta penawaran, dan mengajukan permohonan potongan harga adalah hal berikutnya yang saya lakukan.

Ada beberapa pelajaran menarik dari sini.

  • Hotel A, mengirimkan penawaran harga melalui fax dengan : kepada yth …. (nama saya ditulis tangan)
  • Hotel B, C mengirimkan penawaran harga bagus melalui fax dengan diketik rapi
  • Hotel D, E mengirimkan sales marketingnya untuk datang dan mengunjungi saya
  • Hotel F, mengirimkan General Managernya untuk datang, mengunjungi, membawakan kue dan beberapa souvenir

Bisa ditebak ‘kan jatuhnya pilihan saya?

Baiklah, itu mungkin memang merupakan strategi marketing untuk merebut pasar. Tetapi sejujurnya hotel A adalah target yang paling saya harapkan sebagai tempat menginap tamu saya selama event itu. Sayangnya, “mereka” tidak memberikan yang saya harapkan, melayani saya dengan “sekedarnya” saja, dan hasilnya? Mereka tidak hanya kehilangan pelanggan untuk satu kali event itu saja, tetapi juga bertahun-tahun kemudian, hingga hari ini. Bisa dibayangkan “kemungkinan pemasukan” yang melayang dan kemungkinan-kemungkinan yang lain??

Dan, eh ternyata! Bertahun-tahun kemudian dari waktu itu saya kerja di bidang perhotelan. Hmmm… Mengalami sendiri hidup di “dunia gemblung” membuat saya banyak belajar (heleh bahasanya). Psst… saya belum jago, beneran! Masih tergolong ‘kroco’ atau ababil malahan… tapi rasanya tak ada apapun di dunia ini yang mendadak gede ‘kan? 😀

Setelah banyak baca blog, tulisan, dan berkunjung ke banyak tetangga yang pada senang berbagi, saya jadi pengen juga. Sepertinya asik juga berbagi pengalaman tentang dunia kerja dan seluk beluknya, yang tentu saja dari kacamata saya yang sering berbeda dari kebanyakan orang… ha ha ha ha ha…

Ditunggu ya..

Salam

 

Iklan

19 thoughts on “Hospitality

  1. Makasih Mba Ie linknya. Senang juga bisa jadi ilham tulisan orang lain. Kamis kemarin saya nulis soal menjual. Saya sebut kalau penjual harus memahami produk dan fokus pada konsumen.

    Mungkin hotel A dan yang lainnya memahami produk. Tapi kurang fokus pada konsumen ya. Dianggap adalah hal biasa kalau ada yang meminta penawaran. Ya kirim saja. Namun dlm contoh Mba Ie, justru mencelakakan future transactions juga ya.

    Saya tunggu postingan lainnya Mba Ie soal pekerjaan.

  2. INSPIRATIF 🙂

    Tahun 2005?
    Ah, aku jadi inget….. di tahun itulah di bulan April aku mulai kerja di tempat ini, di sekolah ini… Salah satu sekolah negeri di Kabupaten Banyumas….
    Mungkin tepatnya bukan kerja, tapi “wiyata bhakti”, lah wong saya belum PNS 🙂
    Dan kata wiyata bhakti itu memang sangat tepat….. Kenapa? Dg kata bhakti itulah kita “nrimo” seberapapun gaji yg diberikan kpd kita….. Dan acapkali digunakan oleh beberapam oknum tertentu sbg kalimat sakti ketika ada permintaan gaji naik dr beberapa teman… ahahhahaha….
    Bhakti mas,mbak… ya memang kami hny mampu bayar segitu… wehehehe…
    wah, malah curcol….

    Semoga cita2 ku utk berwirausaha segera terlaksana…
    hehehhee…

    ssstttt…. Kayaknya dlm waktu dekat bukuku jg akan terbit….
    Semoga MENGHASILKAN!
    Hahahahaaa…

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s