Cerita Debu

dust

Wajahku menghantam tanah yang keras, kasar, dan berdebu. Badanku bergetar, keringat dingin mengucur deras. Nafsu liar wanita akhirnya telah mengantarku ke titik ini. Hukuman mati dirajam untuk pendosa dan pezinah.

Mati… kali ini aku pasti mati. Aku layak mati! Ya aku pasti mati! Dosa telah melekat padaku lebih dari debu tanah di wajahku. Kematian adalah hukuman untuk wanita pemuas nafsu pria yang menjual dirinya di setiap tikungan jalan…

Teriakan hujat  bergema di udara, menembus lorong jiwa, menempatkanku pada kursi terdakwa dengan dosa tak terhitung jumlahnya. Aku mencoba menelan ludahku,  hal terakhir yang mungkin bisa kulakukan sebelum mati.

“Barangsiapa diantara kamu tidak berdosa, hendaklah yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”

Siapa lelaki yang bersuara itu? Siapa dia? Mengapa dia berkata seperti itu? Tidakkah dia mengenaliku? Tidakkah dia mengenali para petinggi agama yang menyeret dan melekatkan wajahku dengan tanah ini? 

Debu semakin beterbangan, aku menutup rapat mata, menunggu kesakitan dan kematian menjemput.

Mati… aku pasti mati!

Aku masih menunggu

Menunggu

Dan menunggu

Keheningan yang asing terasa mendatangiku, apakah aku telah mati?

Perlahan ku buka mata dan menatap debu yang menghambur dari langkah-langkah kaki yang berjalan menjauh.

“Hai perempuan, dimanakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Suara lelaki itu terdengar lagi, hangat seperti matahari pagi di musim semi.

“Tidak ada Tuan” jawabku nyaris seperti bisikan

“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi, mulai dari sekarang” katanya lagi

Mataku tiba-tiba berkabut, buliran air mata jatuh tak tertahan, tersungkur aku dalam debu dan tersedu.

Aku layak mati… tapi kau mengampuniku…

 

ie ~ 20 Des ’15

 

 

 

 

 

 

Iklan

6 thoughts on “Cerita Debu

  1. “Barangsiapa diantara kamu tidak berdosa, hendaklah yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” —> kalau saya mengkiritik kalimat ini… memang semua manusia pasti punya dosa… tapi kalau kalimat itu dipakai, nggak ada donk orang yang mendapat hukuman karena bebuat salah di dunia ini…. hakim nggak akan menjatuhi hukuman kepada para terdakwa karena merasa dirinya punya dosa juga

    🙂

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s