Menua

Aku mengamati kelopak bunga yang menua itu. Minggu lalu, rangkaian bunga pemberian seorang sahabat ini terlihat indah dan cantik.

Hmmm… Ini cocoknya di posting akhir tahun karena tepat gambarannya, tapi malah baru muncul sekarang, gumamku.

Seperti semua yang ada di muka bumi ini akan menua dan lapuk demikian juga semua yang pernah kita kagumi kemarin.

Manusia, termasuk aku. Menggenggam erat keindahan yang seringkali kupikir akan kekal.

Mengagumi, memuja, bertepuk tangan untuk kemegahan hari ini, tanpa menyadari detik waktu yang menggerogotinya. .

Keindahan akan berlalu, kemegahan akan memudar, kekuatan akan melapuk, dan apa yang tersisa setelahnya selain kenangan akan hari kemarin? .

Hanya kenangan… itu saja. Entah tentang hal yang baik ataupun hal yang buruk, entah tawa atau tangis, apapun itu.

“Tetapi kita bisa mengisi hari ini dengan banyak hal yang menakjubkan supaya kita bisa mengenang esok hari dengan senyuman” kata temanku suatu waktu

“Ya tentu saja, apalagi yang bisa dilakukan manusia di bawah matahari selain itu?”

“Mengingat pencipta kita sebelum datang hari hari menua yang kita katakan tak ada kesenangan lagi di dalamnya, itu berikutnya” katanya lagi

Karena hari inipun akan cepat berlalu,.. dan apa yang tersisa darinya yang masih bisa kugenggam?

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC1803
#write #writing #storytelling #creativewriting
#life #faith #hope #love

Iklan

8 respons untuk ‘Menua

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s