Saat Cancer bertandang – 1

rawa1.jpg

Tulisan ini untuk menjadi pengingat bahwa aku harus melintasi lembah kelam itu, yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya bahkan dalam mimpi. Kisah yang belum berani aku tuliskan di media sosialku lainnya. Namun aku menuliskannya di sini setelah 4 bulan, bahkan sebelum semua proses ini berakhir.

Awalnya, semua orang akan bertanya tentang hal tersebut. Awalnya bagaimana? Bagaimana mungkin orang seperti kamu bisa terkena cancer?

Pertama. Tidak ada yang imun dengan penyakit ini, termasuk aku. Kegiatan padat, pola makan yang “nggak ngawur banget-banget” dan kondisi mental yang sehat bukan jaminan.

Dimulai dengan adanya benjolan di bagian bawah payudara kanan, yang ‘kok beda, tidak berpindah dan asing rasanya’. Aku menunggunya sampai dengan 2 bulan untuk membuat yakin ini harus dibawa ke dokter atau tidak.

Orang pertama yang tahu hal ini adalh sahabat dan ibu Bos tercinta, yang dengan sigap menyarankan untuk membawa ke dokter secepatnya.

  • Dokter 1 

Betapa melegakannya saat dokter mengatakan bahwa ini bukan hal yang perlu dikuatirkan, karena sekedar FAM atau tumor jinak, yang bahkan tidak diapa-apain pun oke saja. Ups! Percaya diriku meningkat kembali. Namun, sebaiknya diambil supaya tidak kuatir terus menerus, begitu kata dokter. Hmmm… Baiklah!

  • Faskes 1

Sayangnya, rumah sakit tempat dokter 1 bukan rujukan faskesku yang 1. Jadi aku mulai mendatangi faskes 1 untuk mendapatkan rujukan ke Faskes 2.

  • Dokter 2

Aku membawa diriku sendiri ke dokter ke 2 ditemani 2 orang sahabat. Dokter inipun mengatakan hal yang sama. Namun langsung menyarankan untuk operasi. Aku tak tahu apakah ini bentuk kesalahan atau tindakan terlalu berani yang kulakukan, karena aku langsung mengiyakan nya begitu saja bahkan di hari yang sama.

  • Malam penuh mimpi 

Operasi kulewati dengan lancar mengingat kondisi fisik yang bagus di 17 Oktober 2017. Namun setelah bius habis, barulah terasa nyeri nya seperti kakap fillet. Jika ada yang mengatakan sakit hati adalah sakit terparah, mungkin aku baru bisa bilang bahwa itu tidak benar, karena sakitnya tidak memisahkan sesuatu  dari tubuh kita. Sedangkan pemotongan bagian benjolan ini nyata, diiris, jadi ya terang saja jadi sakit.

Malam yang penuh mimpi, aku ditemani sahabat terbaik, yang biasanya juara berantem denganku. Aku baru menyadari kalau dia lemah lembut dan sabar. Aku meracau dan dia mendengarkanku dengan sabar.

Bro, aku tak tahu harus membalasnya dengan apa.

  • Penantian Hasil Lab

2 minggu menunggu hasil lab, dan aku masih menanti kemungkinan yang terbaik, kalau ini hanya Fam, kalau ini hanya sakit yang berlangsung sekejap kemarin saat selesai operasi,

  • Dokter 3 – Cancer Payudara Grade 2

Aku memandangi kertas hasil lab itu tanpa ekspresi. Dokter pun mengatakan dengan wajah dingin dan lempeng, belakangan aku menyadari mungkin itu dikarenakan dia telah menemui hal ini ratusan kali selama hidupnya.

Beberapa menit kemudian baru tangisku pecah. Aku yang tak pernah menangis sebelumnya, merasa terjun ke jurang terdalam, mungkin banyak orang telah mengalami hal serupa denganku. Cancer berapapun grade nya selalu mampu untuk menggomcangkan jiwa.

Disusul hasil USG yang menyatakan bahwa perlu dilakukan masektomi di kanan, dan juga di kiri jika dibutuhkan begitu kata dokter  Onkologi, membuatku seperti mendadak naik roller coaster dengan kecepatan tinggi menuju arah yang tak kumengerti.

Hari – hari berikutnya terisi dengan pertanyaan yang menggantung di kepala. Fisik, emosi, spiritualku terasa tak match  satu sama lain. Mengapa ini terjadi? Bagaimana ini bisa terjadi? Apa yang harus kulakukan selanjutnya? Apakah aku akan segera mati?

Manusia, seberapa dia tegar berdiri? Jika semesta menjentikkan ujung jariNya, maka semuanya akan bisa berubah dalam sekejap mata

—-

bersambung

 

 

 

 

Iklan

2 respons untuk ‘Saat Cancer bertandang – 1

Terima kasih sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s